masa jangan kecewakan aku
biar aku mengejar kau masih
berlari
aku masih tahu
kau itu guru yang tenang
biar bintang berkelip kau masih mengira
belum puas aku menjadi anak didikmu
aku inginkan sepasang sayap
aku ingin terbang ke angkasa seram
ditemani cahaya jingga matahari gergasi
sudikah kau membantuku?
dalam samar aku mula tersenyum
akan ku terus mengejar
selagi kudrat dikurniaNya
Wednesday, 27 April 2011
Monday, 25 April 2011
hilang malu~
hina perasaan kau itu
hilang kawalankah kau bila sedikit nikmat diberi
mengendong pinjaman harta sudah kira beruntung
malu yang suci itu kau lontar ke tanah
sedang kau juga serendah itu dahulu
sanggup kau menderhaka kepada anggota tubuhmu ?
yang bisa berkata-kata pabila tiba harinya
pasti kau mengerti ; meremang bukan?
ah! usah kau berdalih lagi
pasti masih ada ruang putih
kerna Dia pasti bisa mendengar bisik hatimu tika ini
bila kau ingin berchenta denganNya .
Indahnya malu itu
lihat lagatmu
entah diterima entah tidak
tidak bisa tahu
Saturday, 23 April 2011
bisik~
Hilang mencari diri
sangsi kata-kata sinis makhluk hati
bergema
melawan nafsu semata dalam menuju jalan sempurna
bisik menggoncang dinding rapuh
tenggelam hitam timbul menggesek
lurah sempit menggapai cengkaman pahit
bisa selit lagi
bergelak kecil jengkel.
Mendongak membisik yang benar, nyata, percaya
menadah merendah diri
memahat bisik bangkai lama
dan kalimah mendesing ia
basah bibir polos itu seindah hujan di subuh hari
moga diterima selama
tidak akan henti selagi dinding belum berdiri
melayar rasa diri
kembali
tidak hilang lagi
sangsi kata-kata sinis makhluk hati
bergema
melawan nafsu semata dalam menuju jalan sempurna
bisik menggoncang dinding rapuh
tenggelam hitam timbul menggesek
lurah sempit menggapai cengkaman pahit
bisa selit lagi
bergelak kecil jengkel.
Mendongak membisik yang benar, nyata, percaya
menadah merendah diri
memahat bisik bangkai lama
dan kalimah mendesing ia
basah bibir polos itu seindah hujan di subuh hari
moga diterima selama
tidak akan henti selagi dinding belum berdiri
melayar rasa diri
kembali
tidak hilang lagi
Tuesday, 19 April 2011
perempuan
tidakkah kau tegar ini berlaku?
secara mendadak bagai mengikut musim tertentu
tercemar segala akhlak sopan santunmu
yang berzaman dilakar nenek moyang dahulu
sudah hilangkah kemaluan dilubuk sanubari itu;
kau lupa asal usulmu
kau lupa siapa diri itu
kau lupa tujuan asal hidupmu
janganlah menunding jari menyahlahkan sesiapa
bila kau kini sudah terkial-kial
maruah diperkosa tanpa kau sedar
hina yang kau tadah tidak terkira
kau lupa Tuahnmu
kau lupa ibumu
dan kau lupa tujuan asal hidupmu
wahai perempuan
tidakkah kau tegar ini berlaku?
anak itu anak kamu
Monday, 18 April 2011
malas~
Malas aku fikirkan
engkau bukan siapa siapa
malas aku bergelak ketawa
bila akhirnya kau mengajak aku binasa
usah kau cemburui aku dengan hati rusak mu itu
bila aku sudah jumpa jalanku dan bukan jalanmu
ya aku mengikut jalan itu
biar aku memilih sendiri
malas aku ini bererti.
engkau bukan siapa siapa
malas aku bergelak ketawa
bila akhirnya kau mengajak aku binasa
usah kau cemburui aku dengan hati rusak mu itu
bila aku sudah jumpa jalanku dan bukan jalanmu
ya aku mengikut jalan itu
biar aku memilih sendiri
malas aku ini bererti.
khayalan
Aku tidak mengerti dia berkhayal ke situ lagi
bantu aku sekali lagi
terima aku kali ini
tanpa Kau aku tidak terkawal
aku tidak mengerti
ruang itu menghimpit lagi.
bantu aku sekali lagi
terima aku kali ini
tanpa Kau aku tidak terkawal
aku tidak mengerti
ruang itu menghimpit lagi.
Thursday, 14 April 2011
merah hati hitam
Merahkah hati itu
bila dia menyentuh kalbu
luka berparut nanah
jangan pernah puas dengan seksa itu;
darah memercik keluar lagi
hitam bernyawa;
menunggu giliran tiba dengan mesra
jangan percaya hati merah itu
karena mungkin ia akan kembali hitam;
tanpa panggilan dari surga
lidah tak bernyawa
telinga tak berkata
biar engkau seru
pasti ia dhatang
masa guru yang tenang.
Subscribe to:
Posts (Atom)